Thursday, February 28, 2019

Diklaim Lebih Nyaman, Suspensi Toyota Avanza 2019 Berubah?

Liputan6.com, Jakarta - Model baru dari mobil keluarga kelas bawah PT Toyota Astra Motor (TAM), Avanza sudah resmi diluncurkan. Senjata andalan raksasa asal Jepang ini, mendapatkan sedikit penyegaran, mulai dari eksterior, interior, dan juga segi kenyamanan seperti suspensi.

Dijelaskan Didi Ahadi, Dealer Technical Support Department Head PT TAM, suspensi depan dan belakang Toyota Avanza memang paling sering mendapatkan keluhan. Dengan alasan tersebutlah, maka untuk model barunya ini, pihaknya melakukan ubahan atau setelan untuk suspensinya tersebut.

"Untuk shock absorber depan dan belakang spesifikasinya dibuat lebih solid. Mobil ini, body roll jadi tidak terlalu besar, dan lebih nyaman bermanuver," jelas Didi saat berbincang dengan wartawan di acara media test drive new Toyota Avanza, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019).

Selain itu, diubah juga coil spring. Jadi, daya puntir lebih kecil. Kemudian, bushing-bushing juga jadi lebih rigid. Untuk ubahannya, bushing strut bar, bushing swing arm, dan bushing lateral rod.

"Power stering juga kita tuning, dan saat parkir setir menjadi ringan. Namun, saat kecepatan tinggi, setir menjadi terasa lebih berat. Itu bakal lebih nyaman," tegasnya.

Sementara itu, untuk kenyamanan di ruang kabin, Toyota Avanza baru ini juga ditambahkan insulation di tiga titik. Pertama, di rear floor, shift floor, dan dash panel.

Nah, apakah dengan ubahan di suspensi dan beberapa titik kenyamanan pada new Toyota Avanza bakal meningkat dengan signfikan? Nantikan laporan lebih lanjutnya di www.liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Avanza 2019 Pakai Mesin Lama, Ini Alasan Toyota

PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi meluncurkan Avanza dan Veloz terbaru dengan perubahan dari sisi interior dan eksterior.

Tak ada perubahan dari sisi dapur pacu, TAM mengaku mesin lama Avanza masih sangat layak digunakan saat ini.

"Prinsipnya saat membuat Avanza baru ini kita melihat kebutuhan masyarakat kita. Jadi kita lihat secara engine, full performance dan efisiensi saya rasa sangat diterima masyarakat Indonesia," kata Vice President Director TAM, Henry Tanoto di Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Saat disinggung kapan dan faktor apa saja yang membuat Avanza dan Veloz akan mendapatkan mesin baru, Henry menegaskan masukan dari konsumen adalah hal utama terkait model dan fitur baru yang akan disematkan, termasuk dari sisi dapur pacu.

"Selama ini masukan masyarakat seperti itu. Kalau ditanya sampai kapan kita juga melakukan riset dan mendengarkan feedback dari konsumen, pokoknya kita ini selalu mendengarkan masukan dari semua pihak," ujarnya.

Sebagai informasi, seluruh varian Avanza dan Veloz terbaru telah menggunakan console box yang dilengkapi illumination lamp, power slot (row 1 dan 2), dan USB port (row 3).

Terkait harga, Avanza terbaru dibanderol mulai dari Rp188.6 juta hingga Rp221.25 juta, sedangkan Veloz mulai dari Rp215.65 juta sampai Rp239.45 juta on the road Jakarta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Let's block ads! (Why?)



February 28, 2019 at 05:07PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2BWx2Lg
via IFTTT
Share:

Prabowo: Pekerjaan Tentara Agak Kurang Mulia

Liputan6.com, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai profesi tentara kurang mulia. Sebab, kata dia, tugas tentara adalah menghilangkan nyawa.

"Sebetulnya tentara itu pekerjaannya perlu ya, tapi agak kurang mulia juga, maaf. Bukan saya enggak loyal. Kalau bisa ya tapi kita (tentara) kan tugasnya menghilangkan nyawa," kata Prabowo dalam sambutannya di acara dialog silaturahmi Paslon Presiden dan Wakil Presiden Bersama Komunitas Kesehatan di Hotel Bidakara, Kamis (28/2/2019).

Prabowo menjelaskan, tentara memang memiliki tugas untuk menghabisi nyawa seseorang yang merupakan musuh bangsa. Namun tentara dilarang membunuh masyarakat sipil.

"Prajurit yang benar tidak boleh melukai atau mengancam keselamatan orang yang tidak berdosa yang tidak berkemampuan yang tidak bersenjata atau yang minatnya atau niatnya adalah baik, tidak ada niat jahat," ungkapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan orang yang dianggap mengancam keutuhan bangsa juga wajib diberi peringatan terlebih dahulu. Jika masih mengancam baru boleh ditindak oleh tentara.

"Jadi prajurit yang benar adalah prajurit yang membela seluruh bangsa negara dan rakyat. Tidak boleh membela suatu golongan saja," ucap Prabowo .

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)



February 28, 2019 at 04:56PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2T6fPtz
via IFTTT
Share: